Innalillahi Wa inna Illaihi Rojiun. Setelah menjalani perawatan selama
15 hari di Rumah Sakit Haji, Sukolilo Surabaya, Pak Giman, salah satu
potret kemiskinan di Surabaya akhirnya menghembuskan nafasnya pukul
07.45 WIB, Sabtu (12/7/2008). Suami Mbok Darmi ini dinyatakan oleh
dokter mengalami komplikasi yakni, penyakit tuberculosis (TB), liver
tak berfungsi, dan tengkuk leher pecah.

Sebelum meninggal, empat hari lalu Pak Giman sempat mengungkapkan
keinginannya untuk bisa bertemu dengan anaknya Wiwik. Oleh sekumpulan
anak muda Kota Pahlawan yang tergabung dalam Kaskuser, permintan Pak Giman itu dituruti dan dicarikan anaknya Wiwik yang tinggal di Banyuwangi dengan berbekal informasi yang minim.

Dengan informasi alamat tinggal yang minim, tim kaskuser
melacak tempat kelahiran Pak Giman di Banyuwangi. Setelah mengubek-ubek
kawasan Banyuwangi selama beberapa hari, akhirnya Wiwik anak Pak Giman
dari istri pertaman ini bisa ditemukan di Dusun Melik, Desa Parijatah
Kulon, Kecamatan Srono, Banyuwangi.

Setelah bertemu dengan Wiwik yang telah dikarunia dua anak pun akhirnya
berangkat ke Surabaya untuk menemui bapaknya yang telah lama berpisah
lebih dari 30 tahun.

"Tadi pagi sekitar pukul 06.00 WIB, Mbak Wiwik tiba di Rumah Sakit
Haji. Bapak dan anak itu meneteskan air mata saat bertemu," kata Sahrul
salah satu Kaskuser kepada detiksurabaya.com.

Sahrul menambahkan, bapak-anak itu sempat berkomunikasi dan saling
meminta maaf serta berdoa agar segera sembuh. Sementara orang-orang di
sekitarnya membacakan surat yasin dan sholawat mendoakan Pak Giman yang
kondisinya semakin lemah.

Sayangnya, Allah berkehendak lain. Pak Giman akhirnya meninggal dunia
sekitar pukul 07.45 WIB. Rencananya, jenazah Pak Giman akan dibawa dan
dimakamkan ke tempat asalnya di Banyuwangi.

Untuk itu kami para detikers Surabaya turut berbela sungkawa
sedalam-dalamnya dengan meninggalnya Pak Giman. Semoga Mbok Darmi yang
ditinggalkan tetap tabah. Selain itu, detikers Surabaya juga
mengucapkan banyak terima kasih kepada para dermawan yang telah
memberikan donasi untuk meringankan beban Mbok Darmi.

* kabar diatas d ambil d ari kaskus.us dan detik.com,

dimas ngikutin kisah pak giman dan mbok darmi dari sebuah artikel berikut…

Kalo misalnya lewat jalan Anjasmoro (daerah Kedungdoro-Raya Arjuno),
Surabaya…kita bisa nemuin seorang ibu tua yg bernama Mbok Darmi
sedang beristirahat di trotoar jalan tsb, biasanya di sebrang Tour
& Travel KARMEL ato toko roti Billys’.
Kisah si Mbok Darmi sangat mengharukan, suaminya (Giman) tergolek tak
berdaya di dalam becak (satu2nya tempat tinggal mereka) karena sakit
darah rendah sejak lama, gak bisa ngapa2in lagi. Sepanjang hari hanya
berbaring di dalam becak itu, sementara Mbok Darmi dengan setia merawat
dan melayani segala keperluan suaminya sepanjang hari.
Kalo misalnya lelah, beliau rela tidur beralaskan rumput di pinggir
jalan. Di saat menjelang malam, Mbok Darmi mendorong becaknya utk
mencari tempat berteduh dan tidur. Biasanya, becaknya diparkir di teras
salah satu toko spare part otomotif pas di pertigaan
anjasmoro-kedungdoro.
Perlu diketahui bahwa Mbok Darmi bukan pengemis. beliau dan suaminya
terlantar di jalanan karena barusan diusir dari rumah kontrakannya
(mungkin karena tidak bisa membayar uang sewa).

*moga arwah Pak Giman diterima Allah swt dsisi-NYA..
titip salam buat Sang Pemilik Jiwa dan Raga  pak (^_^)

Leave a Reply